Dosen PAI UM Pontianak, Dr. Yusida Imraan, Resmi Dilantik sebagai Anggota Dewan Pendidikan Kalbar 2025–2030

Dr. Yusida Imraan, dosen Prodi PAI UM Pontianak, resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pendidikan Kalbar 2025-2030. Simak dedikasi dan harapannya untuk mutu pendidikan daerah

PONTIANAK – Keluarga besar Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Pontianak patut berbangga. Salah satu dosen terbaik dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. Yusida Imraan, S.Pd., M.Pd., Kons, resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat untuk Masa Bakti 2025–2030.

Pelantikan yang berlangsung pada Kamis (20/11/2025) ini merupakan puncak dari rangkaian seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sejak Juli lalu. Terpilihnya Dr. Yusida menjadi bukti nyata kualitas dan dedikasi akademisi FAI UM Pontianak di kancah daerah.

Kontribusi Nyata untuk Pendidikan Daerah

Dr. Yusida Imraan bukan sosok baru dalam dunia pendidikan. Selain aktif mengajar di Prodi PAI, beliau juga dikenal luas melalui kiprahnya di Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Kalimantan Barat. Fokus beliau pada peningkatan mutu pendidikan dan kapasitas pendidik kini akan diimplementasikan melalui peran strategis di Dewan Pendidikan.

Dalam pernyataannya setelah pelantikan, Dr. Yusida menyampaikan rasa syukurnya:

Alhamdulillah, amanah ini saya terima dengan penuh rasa syukur. Semoga saya dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Barat.

Pimpinan UM Pontianak memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. Kehadiran akademisi universitas di lembaga strategis seperti Dewan Pendidikan diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara masyarakat, institusi pendidikan, dan pemerintah daerah.

“Beliau memiliki dedikasi panjang dalam dunia pendidikan, dan kami yakin peran beliau akan memberi kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di daerah,” ungkap pimpinan universitas dalam sambutannya.

Kehadiran Dr. Yusida di Dewan Pendidikan Kalbar diharapkan dapat memberikan pertimbangan strategis bagi kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan bermutu di wilayah Kalimantan Barat.